Friday, November 26, 2010

Bocah Usia 12 Tahun Tertembak di Rumdin Gubernur Jabar

[ Minggu, 05 September 2010 ]

BANDUNG - Polrestabes Bandung hingga kini masih menyelidiki insiden penembakan bocah berusia 12 tahun yang terjadi di Gedung Pakuan, rumah dinas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, pada Jumat lalu (3/9). Meski telah memeriksa empat saksi, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

''Hingga kini, pemeriksaan masih berjalan,'' tutur Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Tubagus Hidayat ketika dihubungi Radar Bandung (Jawa Pos Group) via telepon kemarin (4/9).

Tubagus hanya menyebutkan bahwa para saksi yang diperiksa tersebut, antara lain, petugas cleaning service bernama Suhaya, sopir, dan kepala subbagian rumah dinas bernama Yeni. Belum diketahui hasil penyelidikan polisi karena pemeriksaan dilakukan secara tertutup. Wartawan dilarang meliput pemeriksaan itu.

Insiden penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Jumat lalu. Saat itu bocah berinisial RZ, 12, tertembak senapan angin di kamar anak Ahmad Heryawan. RZ adalah teman sepermainan A, anak Heryawan yang duduk di bangku sekolah dasar.

Dari informasi yang dihimpun Radar Bandung menyebutkan, peristiwa itu berawal dari kedatangan A bersama tiga teman seusianya. Mereka bersekolah di sebuah SD swasta di wilayah Bandung Timur. Sekitar pukul 13.00, A pergi les, sedangkan tiga temannya tetap bermain di Gedung Pakuan.

Saat itu tiga bocah tersebut masuk ke kamar kakak A yang juga mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Tanpa disengaja, mereka menemukan senapan angin di kamar itu. RA, salah seorang anak, mengarahkan senapan angin tersebut kepada temannya, RZ. Tanpa disangka, senapan itu berpeluru dan mengenai bagian kepala RZ. Darah menetes di bahu korban.

Petugas Gedung Pakuan baru mengetahui insiden penembakan itu beberapa saat kemudian. Mereka membawa RZ ke RS Borromeus untuk mendapatkan perawatan.

Saat ditanya mengenai pemeriksaan terhadap anak Ahmad Heryawan (kakak A), Tubagus menyatakan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi dia tidak berada di TKP (tempat kejadian perkara). Kendati begitu, pihaknya akan memeriksa dia dalam waktu dekat. ''Tidak jadi hari ini (kemarin, Red). Sebab, yang bersangkutan tidak berada di Bandung. Dia kuliah di Jakarta dan sedang UTS (ujian tengah semester, Red),'' ujarnya.

Tubagus menuturkan, senjata yang digunakan pada kecelakaan tersebut adalah senapan angin kaliber 4,5 mm. Senjata tersebut tak harus memiliki izin khusus. ''Sebab, hanya senapan angin. Kalau pistol angin dengan kaliber yang sama, baru harus izin,'' tuturnya.

Dia menegaskan, jenis senapan yang dipakai pada kecelakaan itu hanya perlu mendapatkan pengawasan. ''Jadi, jangan sembarangan dipakai,'' katanya.

Sementara itu, orang tua RZ, Oki Riyanto, 39, mengatakan tidak tahu secara pasti penembakan yang menimpa anaknya. ''Saya hanya dikasih tahu oleh pihak rumah sakit,'' ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Borromeus, Bandung, kemarin.

Selain itu, Oki menuturkan bahwa dirinya juga diberi tahu pengurus Gedung Pakuan pukul 16.00 atau beberapa jam setelah kejadian. ''Saya diminta segera ke rumah sakit. Ini mah kecelakaan,'' katanya. Saat ini kondisi anaknya membaik. ''Terkena (tembak) di bagian belakang kepala. Tapi, peluru masih ada di dalam,'' terangnya.

Oki menyebutkan, sebelumnya RZ dibawa ke sebuah rumah sakit internasional di Bandung dan sempat menjalani rontgen terlebih dahulu. Selanjutnya, RZ dibawa ke RS Borromeus.

Saat ini Oki menyatakan bahwa keluarganya lebih fokus kepada penyembuhan anaknya daripada mencari tahu penyebab kecelakaan tersebut. ''Saya belum bicara ke depan karena masih berkonsentrasi kepada anak saya. Ingin fokus sampai anak benar-benar pulih,'' ujarnya. Dia juga telah berkoordinasi dengan pihak Gedung Pakuan dalam menangani kasus itu.

Oki menceritakan bahwa sebelum kejadian itu, putranya meminta izin untuk menghadiri acara berbuka puasa di Gedung Pakuan. Tak disangka, putranya tersebut mengalami musibah. (dhi/jpnn/c4/dwi)

Thursday, November 25, 2010

KPK Didesak Usut Pemberi Suap


Setelah Tetapkan 26 Politikus sebagai Tersangka

JAKARTA - Setelah menetapkan 26 politikus DPR (periode 1999-2004) sebagai tersangka dalam kasus suap, hingga kemarin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) belum menunjukkan tanda-tanda serius bakal membidik dua orang yang diduga sebagai aktor penting dalam kasus tersebut. Mereka adalah Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun, dan Miranda Swaray Goeltom.

Nunun adalah sosok penting yang diduga memerintah Ahmad Hakim alias Arie Malangjudo untuk menyiapkan cek perjalanan bagi seluruh anggota komisi keuangan dan perbankan DPR (termasuk 26 tersangka itu) yang mendukung Miranda sebagai deputi gubernur senior Bank Indonesia pada 2004 (selengkapnya baca grafis).

Apakah dua nama tersebut akan dibidik KPK? Jika memang akan dibidik, kapan mereka diperiksa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut kemarin disampaikan kepada Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin. Tapi, jawabannya terkesan mengambang.

''Kami tidak bisa menyimpulkan itu (keterlibatan Nunun dan Miranda). Tapi, semua melihat perkembangan penyidikan yang 26 (tersangka) ini,'' katanya. Hanya itulah jawaban Jasin.

Sebagaimana diberitakan, di antara 26 tersangka tersebut, ada beberapa nama pentolan dari PDIP dan Golkar. Dari PDIP ada nama Panda Nababan dan dari Golkar ada nama Paskah Suzetta (mantan menteri perencanaan pembangunan dan kepala Bappenas).

Sebelum menetapkan 26 tersangka mantan anggota dewan periode 1999-2004 tersebut, lembaga antikorupsi itu menjerat empat orang sebagai pembagi suap. Yakni, Dudhie Makmun Murod, Hamka Yandhu, Udju Djuhaeri, dan Endin Soefihara. Empat politikus itu telah menghadapi sidang vonis.

Namun, selama sidang mereka berlangsung, Nunun yang dijadwalkan hadir sebagai saksi tidak pernah memenuhi panggilan pengadilan. Alasannya, dia menderita lupa berat dan harus dirawat di Singapura. Berdasar fakta yang terungkap dalam sidang, nama Nunun berkali-kali disebut sejumlah saksi sebagai fasilitator pemberi suap.

Arie Malang Judo, salah seorang saksi yang merupakan mantan bawahan Nunun di PT Wahana Esa Sejati, mengaku bahwa Nunun beberapa kali meminta dirinya memberikan sejumlah cek perjalanan senilai Rp 24 miliar kepada 39 anggota komisi III periode 1999-2004. Uang itu diletakkan dalam beberapa amplop. Arie juga mengaku mendapat telepon dari empat politikus yang ingin mengambil titipan Nunun tersebut.

Namun, ketika ditanya sumber pemberi dana, Arie menyatakan tidak tahu-menahu. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak tahu bahwa sejumlah amplop yang diberikan kepada para anggota dewan tersebut berisi cek perjalanan.

Arie juga menjelaskan bahwa Nunun mengenal baik Miranda Goeltom. Dua perempuan sosialita tersebut pernah bertemu di kantor Miranda, gedung BI, sekitar Agustus 2004.

Karena itu, kesaksian Nunun sangat dibutuhkan. Dia merupakan saksi kunci yang bisa mengungkap sumber dana suap tersebut. Banyak pihak yang berkali-kali mendesak KPK untuk segera menetapkan status Nunun, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW).

Peneliti Hukum ICW Donal Fariz menuturkan, penetapan 26 tersangka baru tersebut harus segera diikuti penetapan status Nunun. ''Sebab, Nunun itu adalah jembatan dengan pemberi cek perjalanan kepada para anggota dewan,'' ujarnya kemarin.

Karena itu, ICW mendesak KPK segera membentuk tim independen untuk memastikan kondisi Nunun yang sebenarnya. Hasil laporan tim independen tersebut, lanjut Donal, harus disampaikan kepada publik secara transparan. ''Setidaknya setelah penetapan 26 tersangka, KPK tetapkan tersangka-tersangka lain,'' tegasnya.

Selain itu, KPK harus menetapkan jangka waktu penyelesaian kasus tersebut. Donal melanjutkan, penetapan 26 tersangka itu merupakan angin segar yang bisa mengembalikan kepercayaan publik pada KPK. ''Ini jangan disia-siakan. KPK harus buktikan dengan bergerak cepat,'' ungkapnya.

Sehari sebelumnya (3/9), Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto menyatakan, sejauh ini pihaknya masih terus mengumpulkan bukti-bukti kuat terkait keterlibatan pihak lain, termasuk Nunun Nurbaeti dan Miranda Goeltom.

Pengembangan penyidikan terhadap 26 tersangka tersebut juga diharapkan bisa mengungkap fakta baru terkait si pemberi suap berupa cek perjalanan itu.

''Ada desakan kepada kami agar kami tidak hanya mengusut yang menerima suap, tapi juga yang memberi suap,'' tegas Bibit di gedung KPK saat itu (3/9) seusai bertemu wakil dari Fraksi PDIP.

Pertemuan pimpinan KPK dengan wakil dari FPDIP itu dikritik keras oleh ICW kemarin. Pertemuan secara tertutup tersebut, kata Donal, bisa menimbulkan asumsi negatif terhadap KPK. Sebab, dikhawatirkan terjadi konflik kepentingan dalam pertemuan tersebut.

''Meski itu hak konstitusional partai, KPK sebaiknya tidak melakukan pertemuan internal dengan pihak yang beperkara,'' katanya.

Pertemuan internal tersebut, ujar dia, bisa berdampak terhadap menurunnya kembali kepercayaan publik. Bahkan, akan timbul prasangka jika ternyata KPK tidak juga menjerat pemberi suap. ''KPK seharusnya waspada pertemuan tersebut bisa menjadi batu sandungan dalam penyelesaian kasus ini,'' imbuhnya. (ken/c5/iro/kum)

VILLA TUSCANA

villa_tuscana.jpg VILLA TUSCANA   
Delightful Tuscan Villa offering a selection of 11 standard single and double rooms, together with luxury executive rooms and honeymoon suites overlooking a magical Tuscan garden complete with water fountain, sculptures and gazebo. The tranquil garden setting is ideal as a photographic  backdrop, or a place to relax and enjoy high tea.

guest House Details

uest House Details
villa_tuscana.jpg VILLA TUSCANA   
Delightful Tuscan Villa offering a selection of 11 standard single and double rooms, together with luxury executive rooms and honeymoon suites overlooking a magical Tuscan garden complete with water fountain, sculptures and gazebo. The tranquil garden setting is ideal as a photographic  backdrop, or a place to relax and enjoy high tea.
mozaic_frescos_thumb.jpg THE COTTAGE
6 delightfully decorated quaint bedrooms en suite with a  charming lounge and dining room
lala_thai.jpg THE VILLAGE LODGE AND LALA THAI
Two beautifully appointed lodges accessible from Richards Drive directly opposite Gallagher Estate offering 20 bedrooms en suite, swimming pool and tennis court in a garden setting.   An exciting eclectic blend of the Orient, Europe and Africa with three distinct components designed to accommodate a variety of tastes.
village_inn_thumb_2.jpg
THE VILLAGE INN   
Offers21 bedrooms en suite with a European old world façade. Enjoy an enchanting mix of Oriental furnishings and artifacts.

Includes 3 wheelchair friendly rooms and room for a caregiver
pict0034.jpg.jpg
ORCHID HOUSE   
Exquisite Thai inspired guest house with 16 twin bedrooms en-suite. All bathrooms have a shower. 4 Executive Suites with bath plus 1 room with a study.

pict0034.jpg.jpg
LAVENDER MEWS     
Stunning medieval style guest house with 16 twin bedrooms en-suite.

World Class standard accommodation for world cup patrons and media personnel.
 

venues & Capacity

enues & Capacity
From your Bridal Day Room to the Chapels, your reception and Honeymoon Suite. The Villa Tuscana Wedding Village has it all 

CHAPELS

Saint Teresa Chapel
180 Guests
chapel_st_teresa_thumb.jpg
Tuscana Garden Chapel
500 Guests
tuscana_garden_chapel_thumb.jpg
Village Chambers
40 Guests
chambers_thumb.jpg
Chapella Lapa
180 Guests
chapela_lapa_chapel_thumb.jpg

RECEPTION ROOMS

Picasso
60 Guests
picasso_thumb.jpg
Chagall
160 Guests
chagall_thumb.jpg
Da Vinci
160 Guests
da-vinci.jpg
Village Hall
500 Guests
village_hall_wedding_thumb2.jpg
Lapa
220 Guests
tuscana_lapa_wedding.jpg
Miro
80 Guests
miro.jpg
Da Vinci
160 Guests
da-vinci.jpg
Village Chambers
40 Guests
village_chamber_thumb.jpg

GUEST ACCOMMODATION ( 4 STAR QUAINT GUEST HOUSES )

Villa Tuscana
Luxury
wedding_guest_accommodation_villa_tuscana_thumb.jpg
The Cottage
Quaint Luxury
the_cottage_thumb.jpg
Villa Tuscana
Luxury
villa_tuscana_thumb.jpg
Lala Thai
Thai Style Luxury
lala_thai_2.jpg
 Lala Thai
Thai Style Luxury
Village Lodge
Luxury Accommodation
mozaic_frescos_thumb.jpg villa_tuscana4_thumb.jpg
Villa Tuscana
Luxury
villa_tuscana3_thumb.jpg

BRIDAL DAY ROOM

The Cottage
Bride and Retinue Preparation
the_cottage_thumb.jpg
FREE
  • 24 HOUR BRIDAL DAY ROOM
  • 24 HOUR LOUNGE
  • CHOICE OF 6 CHAPELS
  • WEDDING BREAKFAST


THE MAGIC OF THE MOMENT

motm1_thumb.jpg
motm2_thumb.jpg
motm3_thumb.jpg
motm4_thumb.jpg
 

CONFERENCE CO-ORDINATORS

Planning & Co-ordination CONFERENCE CO-ORDINATORS
We understand that half the success of your event is dependent on the right venue and on spending time on meticulous planning and co-ordination. And that’s why we appoint one experienced and specialized Conference Co-ordinator to each conference. She will work with you taking care of the details from the moment you make your enquiry, to the booking, and all the way through to your final cost reconciliation. Contact one of our Conference Co-ordinators


TOOLS AND INFORMATION LIBRARY
We have used our experience to create, select and upload the most useful and up-to-date tools and information to assist you in the management of your conference or meeting. Click here to access

conference

Venues & Capacity
ROOM
U-SHAPE
SCHOOL ROOM
CINEMA
BANQUET
chagall.jpg
Chagall
80
140
220
140
davinci_conference.jpg
Da Vinci 1
30
50
80
60
cr-da-vinci.jpg
Da Vinci 1 & 2
80
160
300
130
degas.jpg
Degas
40
90
100
90
cr-manet.jpg
Manet
45
100
120
100
cr-matisse.jpg
Matisse
40
50
80
50
cr-renoir.jpg
Renoir
30
50
80
50
tuscana_lapa_venue.jpg
Tuscana Lapa
40
80
100
140
van_gogh.jpg
Van Gogh
32
80
90
60
village_hall_.jpg
Village Hall
200
400
700-800
400
chambers.jpg
Chambers
16
20
40
20
picasso.jpg
Picasso
40
80
100
80
miro.jpg
Miro
30
50
80
50
computers.jpg
Computer Inn
25
40
60
40