Wednesday, January 12, 2011

Kota Probolinggo, Peraih Grand Category Bidang Kinerja Politik Lokal

Kota Probolinggo, Peraih Grand Category Bidang Kinerja Politik Lokal
Dalam pergelaran Otonomi Awards 2010, Kota Probolinggo meraih tiga penghargaan sekaligus. Salah satu yang paling bergengsi berupa trofi kategori utama bidang kinerja politik lokal. Apa saja inovasi kota anggur tersebut? Berikut pemaparan Wawan Sobari, peneliti The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).

---

KARAKTER sosiologis masyarakat kawasan perkotaan (urban) biasanya identik dengan individualisme. Warga lebih senang beraktivitas sendiri-sendiri daripada bergotong-royong. Apalagi mau berpartisipasi dalam penentuan kebijakan pemerintah yang tidak secara langsung menyentuh kepentingan mereka.

Sifat-sifat tersebut, faktanya, jauh dari kondisi masyarakat Kota Probolinggo. Meski sebagian besar wilayah dan kondisi sosiologisnya menunjukkan indikator perkotaan, warganya tidak segan berpartisipasi, apalagi demi masa depan pembangunan kotanya.

Hal tersebut tidak terlepas dari peran Pemkot Probolinggo yang memiliki sejumlah inisiatif untuk mengubah karakter partisipasi warganya. Yakni, agar lebih peduli terhadap masa depan pembangunan daerah. Terlebih, Kota Probolinggo merupakan daerah miskin sumber daya alam dan memiliki luas lahan yang terbatas, meski 66,6 persen penduduknya berada dalam masa usia produktif.

Karena itu, tidak heran, pemkot terus mendorong komitmen pelibatan masyarakat dalam pengambilan kebijakan, khususnya kebijakan pembangunan. Sejak awal implementasi otonomi daerah, Kota Probolinggo merupakan salah satu daerah yang berani menjamin partisipasi warganya.

Pada 2003, wali kota dan DPRD bersepakat mengesahkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo No 5/2003 tentang Partisipasi Masyarakat. Bukan itu saja, pada tahun yang sama, disahkan pula Perda Kota Probolinggo No 6/2003 tentang Kebebasan Memperoleh Informasi.

Dalam implementasinya, pemkot bekerja sama dengan media massa cetak lokal terkemuka mengadakan Probolinggo Summit 2k9 (Rembuk Masyarakat Kota Probolinggo 2009). Rembuk tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Yaitu, pengusaha, perbankan, kalangan pemuda dan ormas, LSM, pendidik, kelompok profesi, seluruh SKPD, DPRD, serta perwakilan industri yang berlokasi di wilayah Kota Probolinggo.

Pelaksanaan pertemuan itu dibagi dalam lima forum yang merupakan tahap rembuk masyarakat. Misalnya, forum I mengawali pertemuan dengan pemaparan kondisi existing kota. Kemudian, diikuti forum-forum berikutnya guna membahas dan menganalisis program pemkot hingga menghasilkan rekomendasi penyelesaian masalah kota. Puncaknya, forum V adalah penandatanganan kontrak kinerja pelaksanaan hasil-hasil pertemuan.

Probolinggo Summit 2k9 membahas program pembangunan setahun ke depan (2010) berdasar skala prioritas. Pertemuan menghasilkan rumusan-rumusan cerdas yang disepakati bersama antara masyarakat, DPRD, dan pemkot. Pertemuan mengerucut pada pemecahan lima aspirasi utama.

Yaitu, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, dan peningkatan kualitas pendidikan. Pertemuan menghendaki pula fokus pada pemaksimalan potensi dan pembangunan iklim pariwisata daerah. Tidak ketinggalan agenda reformasi birokrasi.

Untuk agenda kesehatan, misalnya, pada 2010, pemkot mesti memperbaiki kualitas puskesmas dan peningkatan sistem jaminan kesehatan untuk warga miskin. Pada saat yang sama, pemkot diamanatkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat serta pengondisian pasar dan permodalan untuk UMKM. Khusus agenda reformasi birokrasi, antara lain, dihasilkan target pelibatan masyarakat dalam penyusunan standar pelayanan publik.

Guna menjamin pelaksanaan hasil-hasil Probolinggo Summit 2k9, wali kota dan ketua DPD Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Probolinggo menandatangani Piagam Kota Probolinggo (Probolinggo Charter). Piagam itu memuat kesepakatan antara pemkot dan warga untuk melaksanakan serta mengawasi program-program yang dirumuskan dalam rembuk masyarakat. Piagam dilampiri dokumen hasil pertemuan tersebut.

Selain rembuk masyarakat, pemkot menginisiasi program Sistem Perencanaan Pembangunan Kota Kita (SP2K2) berbasis web. Program tersebut mengintegrasikan penggunaan internet (website) dan SMS yang terhubung dengan Bappeda Kota Probolinggo dan SKPD. Web dan SMS berfungsi memberikan pelayanan informasi dan menampung serta menanggapi berbagai aspirasi masyarakat secara dinamis (mobile).

Masyarakat bisa menyampaikan aspirasi melalui SMS Center pada nomor 08574677890. Untuk monitoring, SP2K2 bisa diakses langsung melalui website http://sp2k2.probolinggokota.go.id dan mengirimkan e-mail ke: sp2k2@probolinggokota.go.id. Fitur-fitur yang tersedia dalam SP2K2 adalah kirim SMS perencanaan, tanggapan SMS, status SMS, statistik SMS, web polling, dan polling musrenbang.

Teknik partisipasi lainnya dilakukan melalui kegiatan cangkrukan. Kegiatan tersebut merupakan media untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat dan pemenuhan kebutuhan informasi publik. Cangkrukan dikemas dalam suasana santai diselingi hiburan kesenian tradisional ludruk.

Wali kota dan staf (SKPD) berdialog langsung dengan masyarakat. Persoalan yang dibahas berupa masalah kewilayahan seperti penerangan jalan, bantuan modal kerja, pembangunan jalan kelurahan, perbaikan rumah tidak layak huni, dan penjelasan izin pemanfaatan sumur bor. Lokasi yang digunakan biasanya di halaman rumah warga.

Melalui inisiatif-inisiatif itulah Pemkot Probolinggo terus bekerja mendorong perbaikan kualitas pembangunan manusianya. Pemkot berupaya menghilangkan sekat-sekat antara pemerintah dan yang diperintah. Sekumpulan inisiatif yang patut diteladani daerah lain. (wawansobari@jpip.or.id/c5/agm)

Monday, January 10, 2011

Inovasi Nganjuk dan Bojonegoro

Inovasi Nganjuk dan Bojonegoro
DESA Perning yang masuk wilayah Kecamatan Jatikalen merupakan contoh kisah sukses gerakan sanitasi berbasis masyarakat di Kabupaten Nganjuk. Desa itu menjadi referensi bagi pemerintah dan sejumlah lembaga asing. Dalam tiga bulan, seluruh warga desa tidak lagi melakukan kebiasaan BAB sembarangan (ODF).

Pencapaian warga Desa Perning itu bukan perkara mudah mengingat kondisi alam yang "menyulitkan" perubahan kesadaran sanitasi. Sebagian wilayah desa tersebut merupakan daerah aliran sungai. Masyarakatnya terbiasa BAB di sungai karena aksesnya sangat mudah.

Kepala desa menjadi aktor penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat Desa Perning. Dia tidak lelah menyerukan kepada warga di tiga dusun untuk segera mengubah perilaku tidak sehat BAB di sungai. Kepala desa berhasil menumbuhkan rasa malu warga hingga mereka mau bergotong royong membangun jamban. Bahkan, dalam deklarasi 15 Maret 2008, kepala desa dan warga bertekad memberikan sanksi berupa denda Rp 100 ribu jika diketahui ada warga yang masih BAB di sembarang tempat.

Pemkab memberikan dukungan yang cukup untuk perbaikan kesadaran tersebut. Salah satunya melalui penetapan kebijakan sanitasi sebagai program lintas sektoral. Program itu didukung dinas kesehatan, bappeda, dinas kimprasda, dinas PMD, dinas dikpora, dinas PKKBS, kantor depag, dan PKK kabupaten. Pada 28 November 2007, dirumuskan komitmen bersama untuk mendukung program perbaikan sanitasi dan menetapkan rencana lokasi kegiatan.

Komitmen pemkab terlihat dari alokasi anggaran yang dikucurkan. Untuk program sanitasi nonkonstruksi, pemkab mengalokasikan anggaran khusus dalam APBD 2008 dan 2009. Dana tersebut digunakan untuk pelatihan fasilitator, pemicuan, dan pemantauan program.

Sementara itu, Bojonegoro punya capaian tersendiri untuk mendorong status ODF di wilayahnya. Meski baru menjalankan program sanitasi berpendekatan nonkonstruksi dan berbasis penyadaran masyarakat itu pada pertengahan 2009, Pemkab Bojonegoro beserta masyarakat bergerak cepat mendorong perubahan perilaku sanitasi.

Pemkab menempuh beberapa strategi. Yakni, pelatihan fasilitator, pemicuan, dan pelatihan tukang. Selain itu, pemkab mendorong kegiatan arisan jamban sehat dan murah di tingkat desa. Pemkab memfasilitasi kemitraan antara pihak ketiga, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam pembangunan jamban sehat.

Salah satu contohnya dilakukan warga Desa Blongsong, Kecamatan Baureno. Warga secara berkelompok mengadakan pembangunan jamban dengan sistem arisan. Setiap hari anggota kelompok menyetorkan seribu rupiah selama sepuluh hari. Hingga setiap anggota berhak mendapatkan paket Rp 493 ribu dari pengusaha material yang ditunjuk.

Untuk percepatan ODF, bupati mengeluarkan surat edaran tentang percepatan pencapaian ODF. Selain itu, pencapaian ODF ditetapkan sebagai indikator penilaian kinerja camat. Bupati menetapkan kontrak kerja camat terkait dengan kepemilikan dan akses jamban sehat serta desa ODF. Yang penting pula, bupati menetapkan rencana strategis sanitasi sejak 5 Mei 2010. (wawan sobari)

Saturday, January 8, 2011

Puisi Habibie untuk Mendiang Istri

[ Minggu, 29 Agustus 2010 ]
Puisi Habibie untuk Mendiang Istri
KENDATI almarhumah Ny Hasri Ainun Habibie kemarin (28/8) genap 100 hari meninggal dunia, duka belum sepenuhnya hilang dari mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie dan keluarganya. ''Bapak masih sedih biarpun sudah ada kemajuan,'' ujar Ilham Akbar, putra sulung Habibie, melalui akun Twitter.

Ilham menuturkan, seluruh keluarga merasa meninggalnya Ainun seperti baru saja terjadi. Karena itu, Habibie dan keluarganya butuh waktu untuk menghilangkan perasaan duka mereka. ''Wafatnya beliau seperti baru terjadi kemarin,'' katanya.

Selama tiga bulan ini, setiap hari Habibie berziarah ke makam istrinya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Ziarah biasanya dilakukan setelah salat asar. Meski hujan deras, Habibie tetap datang ke makam. Habibie biasanya berdoa dan bercerita sambil mengelus-elus nisan sang istri.

Dalam kesempatan itu, Ilham juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas perhatian, ucapan belasungkawa, serta doa kepada ibunya. ''Sampai saat ini pun masih mengalir,'' tulis pakar aeronautika Boeing tersebut.

Hasri Ainun Habibie meninggal di Rumah Sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum, Grohadern, Munchen, Jerman, pada 22 Mei lalu. Sebelumnya, dia dirawat di sana sejak 25 Maret 2010.

Pada hari ke-100 wafatnya sang istri, Habibie kembali menunjukkan rasa cinta dan sayangnya melalui puisi. Itu menjadi ungkapan rasa kehilangan yang teramat dalam. Kesedihan Habibie juga bisa dirasakan dalam puisi yang dilansir akun The Habibie Center di Twitter.

Dalam puisi yang ditulis kemarin pagi, Habibie, antara lain, menulis: Jikalau mataku kubuka lagi, semuanya serentak hilang lenyap dan meninggalkan kekosongan jiwa, kecewa, sedih, dan perih! Di mana Ainun? Bagaimana keadaan Ainun? Bagaimana mendapat kepastian mengenai Ainun yang selalu kurindukan sepanjang masa! (noe/c7/dwi)

 

Friday, January 7, 2011

Tony Blair Dilempari Sepatu dan Telur

Tony Blair Dilempari Sepatu dan Telur
MESKIPUN sebenarnya telah lama lengser, mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair tetap saja menjadi sasaran kemarahan massa. Itu terjadi saat mantan pemimpin Partai Buruh tersebut menghadiri acara penandatanganan memoarnya di sebuah toko buku di Dublin, Irlandia, kemarin (4/9).

Buku memoar berjudul A Journey itu membuat marah para penentang kebijakan Blair, terutama soal invasi AS (yang didukung Inggris) ke Iraq pada 2003. Ratusan demonstran meneriaki dan menuding tangan Blair berlumuran darah ketika suami Cherie Booth tersebut tiba di toko buku.

Sebuah sepatu, sejumlah telur, dan benda-benda lain dilemparkan ke arah tokoh kelahiran 6 Mei 1953 itu saat keluar dari mobil. Untung, benda-benda tersebut tidak mengenai Blair.

Tak ada komentar dari Blair atas insiden tersebut. Bapak empat anak itu justru menghabiskan waktu hingga dua jam untuk melayani tanda tangan bagi para penggemarnya di toko buku tersebut. Meskipun bukunya menuai kontroversi, Blair termasuk sosok yang sangat populer di Irlandia. Sebab, dia berperan dalam proses perdamaian Irlandia Utara.

Dirilis pekan ini, A Journey yang diterbitkan Amazon itu merupakan buku terlaris di Inggris. Buku tersebut juga masuk daftar 10 besar penjualan secara online di AS. Blair menerima bayaran GBP 4,6 juta atau USD 7,2 juta (sekitar Rp 65 miliar) untuk memoar yang membela kebijakannya selama menjabat PM pada 1997-2007 itu. Dalam bukunya tersebut, Blair menyatakan tak menyesal membawa Inggris terlibat perang di Iraq meski dirinya menangisi para korbannya. (AFP/AP/c4/dwi)

Thursday, January 6, 2011

Celetukan Agus Martowardojo Tentang Topi Menteri

[ Senin, 30 Agustus 2010 ]
Celetukan Agus Martowardojo Tentang Topi Menteri
MENYANDANG jabatan sebagai menteri keuangan, rupanya sifat spontanitas dan humoris dalam diri Agus Martowardojo sama sekali tidak hilang. Itulah yang terjadi ketika Menko Perekonomian Hatta Rajasa bersama enam menteri di jajaran tim ekonomi mengadakan kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu lalu (28/8). Agus termasuk di antara para menteri tersebut.

Saat berkumpul di tengah rel kereta api pelabuhan untuk jumpa pers, tiba-tiba Agus yang menggantikan posisi Sri Mulyani Indrawati tersebut menyeletuk. ''Aku ini menteri baru, nggak punya topi,'' ujar mantan Dirut Bank Mandiri itu dengan mimik muka agak serius.

Siang itu, cuaca memang panas dan cukup terik. Seluruh menteri, kecuali Agus dan Menteri Perindustrian M. S. Hidayat, memakai topi hitam dengan bordir kuning emas bergambar lambang garuda di bagian depan serta nama di sisi kanan dan jabatan menteri pada sisi kiri. Karena itu, masuk akal jika pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956 tersebut memerlukan topi.

Celetukan Agus kemudian ditanggapi Hatta Rajasa dengan canda. ''Kan ada topi Dirut Bank Mandiri (jabatan Agus sebelum Menkeu). Nah, tulisannya ditambah saja (menjadi) Bukan Dirut Bank Mandiri,'' seloroh Hatta lantas tertawa.

Mendengar gurauan itu, Agus maupun anggota lain rombongan ikut tertawa. ''Nanti saya minta Sesmenko (sekretaris menko perekonomian) saja,'' kata pemilik nama lengkap Agus Dermawan Wintarto Martowardojo tersebut sambil tersenyum. (owi/c13/dwi)

 

Wednesday, January 5, 2011

Meutya Hafid Masuk Parlemen

[ Selasa, 31 Agustus 2010 ]
Meutya Hafid Masuk Parlemen
SETELAH cukup lama berkarir di televisi, Meutya Hafid kini melanjutkan kiprahnya di dunia politik. Perempuan kelahiran Bandung, 3 Mei 1978, tersebut mengawali karir politiknya dengan masuk Senayan. Hal itu terjadi setelah mantan reporter stasiun televisi yang pernah diculik dan disandera di Iraq selama tiga hari tersebut terpilih sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW).

Meutya menjadi wakil rakyat dari Partai Golkar sebagai pengganti almarhum Burhanudin Napitupulu yang meninggal dunia pada 21 Maret lalu. Berdasar penghitungan jumlah kursi pemilu legislatif pada 2009, pemilik nama lengkap Meutya Viada Hafid tersebut meraih suara terbanyak kedua setelah Burhanudin Napitupulu. Jadi, dia memenuhi persyaratan PAW.

''Alhamdulillah, terima kasih atas ucapannya,'' kata Meutya setelah dilantik menjadi anggota DPR di Jakarta kemarin (30/8).

Sebelumnya, Meutya menjajal peruntungan politik dengan menjadi calon wakil wali kota (cawawali) Binjai, Sumatera Utara. Ketika itu, penulis buku 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Iraq tersebut berpasangan dengan calon wali kota (cawali) Dhani Setiawan. Sayang, pasangan yang diusung Partai Golkar tersebut kalah dalam pilkada Binjai pada 12 Mei lalu.

Meutya membenarkan bahwa proses lima bulan PAW memang memakan waktu. Namun, proses itu dijalaninya dengan kesibukan yang padat. Apalagi, dia disibukkan persiapan pilkada Binjai. ''Tapi, komunikasi dengan partai waktu itu lancar sehingga sebenarnya tidak ada kendala,'' ujarnya.

Meutya mungkin ditempatkan di Komisi II DPR. Di komisi bidang pemerintahan dan pemilu itu pula selama ini Burhanudin Napitupulu bernaung. Hanya, jika boleh memilih, mantan presenter Metro TV tersebut ingin ditempatkan di komisi I yang membidangi masalah media, informasi, luar negeri, dan pertahanan. ''Tapi, kan bergantung posisi lowongnya di mana. Untuk saat ini, ayo saja lah di komisi mana,'' ucapnya lantas tertawa. (bay/c7/dwi)

Tuesday, January 4, 2011

Tak Mimpikan Jadi Ibu Negara

[ Rabu, 01 September 2010 ]
Tak Mimpikan Jadi Ibu Negara
PUBLIK barangkali belum terlalu mengenal Okke Hatta Rajasa. Dialah sosok yang selama ini berada di balik popularitas dan kesuksesan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.

Pemilik nama lengkap Oktiniwati Ulfa Dariah itu tidak berbeda dari para istri pejabat lainnya. Ibu empat anak tersebut selalu aktif mendukung dan menyertai kegiatan dinas sang suami. Termasuk di forum dan program-program mandiri Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).

Saat ini Hatta Rajasa menjabat Menko Perekonomian. Sebelumnya, pria kelahiran Palembang, Sumsel, 18 Desember 1953, itu beberapa kali duduk di kabinet. Termasuk menteri negara riset dan teknologi (Menristek) pada era Presiden Megawati serta menteri perhubungan dan Mensesneg pada kabinet Presiden SBY. Karena berbagai jabatan sang suami tersebut, Okke ikut dibuat sibuk.

Belakangan muncul wacana untuk menjadikan Hatta Rajasa sebagai calon presiden dari PAN pada 2014. Bagaimana respons Okke soal wacana tersebut? ''Soal itu, saya rasa, keluarga belum perlu respons dulu. Dijalanin aja yang sekarang,'' kata Okke kepada IndoPos (Jawa Pos Group) saat menghadiri sebuah acara di Parkir Selatan Senayan, Jakarta, pada Sabtu (28/8).

Dokter gigi yang kerap menyatakan kurang mengerti politik itu dikenal sebagai sosok low profile. Okke pun menyatakan biasa-biasa saja ketika mendengar tentang pencalonan sang suami sebagai Capres. ''Kali pertama diberi tahu bapak (soal pencapresan Hatta Rajasa, Red). Kalau ditanya respons, biasa-biasa saja,'' ujar perempuan berjilbab tersebut.

Okke bertutur, Hatta Rajasa memang sering curhat kepada dirinya dalam beberapa hal. Tetapi, sebagai perempuan yang tidak terlalu mengerti politik, dia memilih untuk lebih banyak mendengar. Perempuan yang lebih dari seperempat abad mendampingi Hatta Rajasa itu tidak pernah sekali pun bermimpi menjadi ibu negara.

Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI) tersebut tentu tetap mendorong karir sang suami. Kendati begitu, dia menegaskan, apa pun pekerjaan dan karirnya, Hatta Rajasa merupakan ayah dari putra dan putrinya. ''Dijalanin aja amanat yang sekarang. Soal itu (jadi ibu negara, Red), belum kepikir sama sekali,'' pungkasnya. (did/jpnn/c13/dwi)